Senam Aerobik

Spektrum Gaya Belajar Mengajar


Pembahasan mengenai struktur belajar berkaitan dengan bagaimana orang itu belajar. Struktur belajar meliputi matriks kontrak psikologis dan fisiologis yang memberikan penjelasan tentang belajar tentang struktur pelajaran atau pokok bahasan menggambarkan dan menyajikan suatu upaya untuk menghubungkan komponen-komponen  pengetahuan dengan cara-cara logis dan berarti.

Bagaimana seharusnya guru berperilaku? Bagaimana seharusnya guru mengajar? Agar hal ini secara rinci berkaitan  dan menyatu dengan pokok bahasan yang akan dipelajari, dipahami dan didalami oleh siswa.          Haruskah kita meninggalkan problem pada dugaan seseorang? Haruskah kita meninggalkan problem kehendak guru secara individu atau pendapat pribadi? Apakah kurangnya konsep yang jelas tentang struktur mengajar, menimbulkan kesenjangan yang serius di antara struktur pokok bahasan dan struktur belajar? Apakah ini cukup untuk menjelaskan secara rinci dan secara filosofis pada fungsi belajar individu yakni untuk membenarkan atau memperkuat kemungkinan-kemungkinan dengan penelitian di dalam interaksi kognitif, di dalam memperkuat image diri (self image) dan di dalam hubungan sosial? Haruskah kita menyarankan cara-cara operasional untuk mempertemukan atau menjembatani kesenjangan di antara siswa, dan pokok bahasan kita menyusun hubungan yang baru dan bermanfaat yang didasarkan pada keterlibatan dan interaksi dari tiga unsur utama yaitu, guru, siswa dan pokok bahasan (pelajaran)?

 

Mosston mengemukakan spectrum gaya mengajar sebagai upaya menjembatani di antara pokok bahasan dan belajar.Spektrum ini merupakan suatu konsepsi teoritis dan suatu desain atau rancangan operasional mengenai alternatif atau kemungkinan gaya mengajar. Setiap gaya mengajar memiliki struktur tertentu yang menggambarkan peran guru, siswa dan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang dapat dicapai jika gaya mengajar ini dilakukan.

 

Gaya mengajar didefinisikan dengan keputusan-keputusan yang dibuat oleh guru dan dibuat oleh siswa di dalam episode atau peristiwa belajar yang diberikan. Jenis-jenis keputusan dibuat oleh guru dan siswa yang menentukan proses dan hasil dari episode itu. Oleh karena itu, spectrum gaya mengajar ini memberikan kepada guru suatu susunan atau aturan tentang alternatif di dalam perilaku mengajar, yang memungkinkan guru mencapai lebih banyak siswa dan memenuhi banyak tujuan.

 

Penemuan dan rancangan spectrum gaya mengajar, yaitu:

1.      Masalah yang bertentangan

                Kebanyakan guru telah dibanjiri dengan banyak ide, program, penemuan-penemuan penelitian, dan bahan-bahan paket. Beberapa di antaranya ada yang berguna, sedangkan yang lain ada yang tidak bermanfaat, tetapi kebanyakan menimbulkan kontradiksi atau pertentangan. Setiap ide telah  menyajikan cara pemecahan tunggal (singular) terhadap program pendidikan jasmani. Seperti, individualisasi dengan pengajaran kelompok, pemecahan masalah (problem solving) dengan belajar yang bersifat menghafal (tanpa berpikir), permainan bola dengan aktivitas perkembangan, yang beberapa ide tersebut menggambarkan permasalahan yang bertentangan. Polaritas atau sifat berlawanan ini telah menimbulkan kebingungan dan ketidakseimbangan di dalam desain program dan di dalam mengajar pendidikan jasmani. Padahal siswa perlu berpengalaman dan mengembangkan pada semua dimensi. Masalahnya adalah “bagaimana guru mengetahui, bagaimana menyatakan ide-ide tersebut di atas ke dalam perilaku mengajarnya”?

Pengamatan ini yang mendorong penemuan dan membuat desain spectrum gaya mengajar ini. Spektrum ini didasarkan pada suatu ide  yang tidak saling bertentangan. Hal-hal pokok ini saling berhubungan di antara gaya-gaya mengajar daripada perbedaannya.

 

2.     Belajar dan Mengajar

                 Pengaman kedua dialamatkan pada ketidaksesuaian yang ada di antara belajar dan mengajar. Jiwa siswa di dalam cara yang berbeda atau memperlihatkan perilaku belajar yang berbeda, maka yang sangat penting untuk mengidentifikasi gaya mengajar yang akan dilakukan, dengan cara yang teliti, yang mendatangkan perilaku belajar tertentu, khususnya jika setiap perilaku belajar dan dapat mencapai seperangkat tujuan tertentu.

 

               Spektrum gaya mengajar ini merupakan struktur mengajar yang mengidentifikasi gaya-gaya tertentu. Spektrum mengidentifikasi struktur setiap gaya dan hubungannya dengan gaya mengajar yang lain. Spektrum ini mengidentifikasi prosedur penerapan pada berbagai kegiatan dan pelaksanaan dan setiap gaya pada pertumbuhan dan perkembangan siswa di dalam domain fisik, emosi, sosial, dan domain kognitif.

               Masalah utamanya adalah bahwa apakah guru memiliki hubungan intrinsik dan hubungan langsung dengan perilaku belajar. Spektrum gaya mengajar ini memberikan kepada guru kemampuan untuk memilih gaya mengajar tertentu yang akan meminta kesesuaian dengan gaya mengajar. Hal ini memberikan kepada guru pengetahuan tentang bagaimana melakukannya dengan berhati-hati dan teliti. Suatu pengajaran yang bersifat umum, sewenang-wenang (sekehendak guru) dan yang bersifat kebutuhan tidak dapat dilakukan dengan gaya mengajar Mosston ini.

 

3.     Perilaku yang unik dan universal

              Pendekatan mengajar selalu memiliki keunikan yang bersandar pada ide bahwa mengajar adalah bersifat intuitif, spontan, dan kadang-kadang bersifat mistik, ini sebenarnya dikaitkan karena pemberian kebebasan kepada para guru untuk melakukan sesuatu.

              Ide ini didorong oleh ungkapkan seperti: “Kebebasan individu”, “Cara saya”, “Kerja saya”, “Mengajar kreatif”, “mengajar adalah suatu seni” dan sebagainya. Tidak ada upaya untuk menyangkal keberadaan daya keunikan itu, serangkaian keunikan, tidak menyajikan teori mengajar pada profesi yang dapat dibuat pegangan profesi yang dapat dibuat pegangan.

 

               Keunikan seseorang tidak memberikan dasar-dasar pemahaman perwujudan mengajar dan pengaruhnya pada perilaku belajar. Sebenarnya di dalam mengajar bahwa suatu teori yang universal pada struktur mengajar sangat diperlukan. Hal ini akan mendasari guru lebih memungkinkan untuk mengajar, menganalisis mengajarnya di dalam cara yang rasional, dan untuk menaksir dan menilai kompetisi guru.

 

               Suatu teori yang universal akan memberikan cara untuk mengidentifikasi berbagai dugaan peranan baik guru maupun siswa serta cara untuk mengidentifikasi apakah tindakan guru sesuai dengan maksud atau tujuan guru. Ketiga pengamatan ini telah mendorong penemuan dan mendesain atau merancang spectrum gaya mengajar Berdasarkan gambaran singkat itu, mengakibatkan adanya perkembangan spectrum gaya mengajar adalah:

              Tahap pertama, kita menentukan aksioma tentang aktivitas mengajar adalah bahwa “perilaku mengajar adalah suatu rangkaian  pembuatan keputusan”. Pernyataan ini memberikan konsep universal, karena semua guru di dalam bidang studi atau pokok bahasan sepanjang waktu itu digunakan di dalam pembuatan keputusan.

 

              Tahap kedua, adalah untuk mengidentifikasi kategori-kategori keputusan yang harus selalu dibuat di dalam berbagai aktivitas belajar mengajar. Ini merupakan keputusan tentang tujuan-tujuan, pokok bahasa, aktivitas tertentu, pengorganisasian materi, bentuk-bentuk feddback (umpan balik) kepada siswa dan sebagainya.

 

               Kategori-kategori keputusan itu diorganisasikan atau disusun di dalam tiga perangkat yang memberikan rangkaian keputusan-keputusan dalam berbagai transaksi belajar mengajar.   Perangkap pertama adalah pra-pertemuan (pre-impact), meliputi keputusan-keputusan yang harus dibuat sebelum berhadapan di antara guru dan siswa. Perangkat kedua adalah selama pertemuan (impact), meliputi keputusan-keputusan yang harus dibuat selama penampilan atau pelaksanaan tugas.Perangkat ketiga adalah pasca pertemuan (post-impact), meliputi keputusan-keputusan yang harus dibuat yang berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan danfeedback kepada siswa.

 

              Dengan kata lain, ketiga perangkat tersebut dapat dikatakan sebagai: a. tahap perencanaan; b. tahap pelaksanaan; dan c. tahap evaluasi. Ketiga perangkat ini membentuk suatu anatomi berbagai gaya mengajar.

4 Responses to "Spektrum Gaya Belajar Mengajar"

thanks informasinya ….. boleh juga ditulis tentang sport pedagogy, motor learning, dll

pa Rismanto pa kabar?….kemaren awal april aku ke lpmp, lupa mau call sobatku ini…boleh lah tulisan dari temen kita nih biar nanti saya aploud…hayo pa bagi2 infonya

ya…gitu donk tolong yang senior dan yang punya ilmu lebih bagi ke junior..bagi-bagi tip tentang gaya mengajar yang membuat anak lebih menjadi enjoy dengan tidak mengabaikan ilmu biomekanik yang benar

hehhe,,,yang muda yang bergaya…..bolehlah yang dilapangan share….kami butuh info aktual dan faktual dari temen2 praktisi…..makasih BSJ…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: